The Theory of Everything: Mengagumi Kisah Hidup Stephen Hawking lewat Film

Ilustrasi : thenational.ae

Reporter : Deandra Ardya Regitasari

Kabar berpulangnya Stephen Hawking, seorang ahli fisika dan kosmologi terkemuka, menggemparkan seluruh dunia. Hawking tutup usia pada usia 76 tahun. Kisah hidupnya sudah banyak dikenal orang, bahkan diangkat ke layar lebar dengan judul The Theory of Everything. Meski film ini bergenre romantis dan menceritakan perjalanan hidupnya bersama Jane Hawking, tapi kamu tetap bisa menikmati perjalanan Stephen Hawking sebagai seorang ahli fisika dan kosmologi sejak mahasiswa hingga penemuan ternamanya mengenai lubang hitam dan asal usul penciptaan alam semesta secara ilmiah.

Demi mengenang sang “Einstein”, yuk kita ulas sedikit filmnya.

1. Diperankan oleh Eddie Redmayne dan Felicity Jones

The Theory of Everything: Mengagumi Kisah Hidup Stephen Hawking lewat Film
variety.com

Pada film ini, karakter Stephen Hawking diperankan oleh Eddie Redmayne dan karakter Jane Hawking, istrinya, diperankan oleh Felicity Jones. Film ini menceritakan kisah mereka sejak awal pertemuan. Stephen yang merupakan mahasiswa astrofisika dan Jane yang merupakan mahasiswa sastra bertemu pada suatu acara di Universitas Cambridge, hingga pada akhirnya keduanya jatuh cinta dan menjalani hubungan.

Karena perannya sebagai Stephen Hawking yang luar biasa, Eddie Radmayne mendapatkan banyak nominasi dan penghargaan atas perannya. Tidak ketinggalan pula, film luar biasa ini pun juga memborong banyak nominasi dan penghargaan di ajang-ajang penghargaan film dunia.

2. Penyakitnya tidak mengenai otaknya
Di tengah proses penelitian Stephen Hawking, ia merasakan ada masalah kesehatan pada tubuhnya hingga suatu hari ia pingsan saat berjalan di kampusnya. Dokter mengatakan bahwa ia terserang penyakit langka ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis, yaitu penyakit yang merusak saraf motorik. Hari-hari berlalu, Stephen tidak bisa berjalan, bergerak, menulis, dan berbicara dengan normal.

Stephen bertanya, apa yang akan terjadi dengan otaknya. Dokter mengatakan bahwa penyakitnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan otaknya. Oleh karena itu, Stephen tetap fokus pada penelitian tesisnya mengenai teori Big Bang yang merupakan awal mula dari alam semesta.

3. Menulis buku ‘A Brief History of Time’
Lambat laun, kemampuan Stephen untuk berbicara semakin menurun. Untungnya teknologi tidak pernah berhenti berkembang. Stephen bisa berkomunikasi dengan baik menggunakan komputer dengan synthesizer suara built in. Dengan adanya alat ini, Stephen menulis sebuah buku ‘A History Brief of Time’.

4. Penghargaan dan gelar kehormatan untuk Stephen Hawking

The Theory of Everything: Mengagumi Kisah Hidup Stephen Hawking lewat Film
pulse.ng

Stephen Hawking mendapatkan banyak gelar dan penghargaan. Salah satunya adalah Presidential Medal of Freedom pada tahun 2009, yang merupakan gelar kehormatan sipil tertinggi Amerika Serikat, yang diberikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

5. ‘Teori Segalanya’ untuk kehidupan manusia
Dapat dikatakan bahwa penelitian Stephen Hawking berkontribusi besar bagi kehidupan alam semesta dengan adanya pengembangan teori relativitas, teori lubang hitam, teori Big Bang yang menyebabkan pembentukan alam semesta. Meski sudah kehilangan fungsi motoriknya, Stephen tetap meneruskan penelitiannya.

Kisah inspiratif hidup Stephen Hawking kini bisa dikenang lewat filmnya, The Theory of Everything. Semoga kita selalu bisa meniru kegigihan dan perjuangan Tuan Hawking. Selamat jalan, Stephen Hawking, jasamu akan selalu membekas di alam semesta.

Sumber artikel : https://hype.idntimes.com/entertainment/deandra-ardya-regitasari/the-theory-of-everything-mengagumi-kisah-hidup-stephen-hawking-lewat-film-c1c2/full

0 Comments

Leave a Comment

2

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register